Kaos Bregodo Jogokaryo

Rp 125.000

The Jogokaryo Brigade (often written as Jagakarya) is one of the 10 core military units of the Yogyakarta Palace. This force has historically played a crucial role in maintaining the security of the government and the sovereignty of the kingdom.

Here are brief highlights of their identity and characteristics:
Name Meaning: The name “Jagakarya” comes from the Sanskrit word “jaga,” meaning “to guard,” and the Kawi word “karya,” meaning “duty” or “work.” Philosophically, they are soldiers tasked with ensuring the smooth and safe running of all government work and affairs.
Historical Duties: In the past, they were tasked with maintaining security and the running of government within the kingdom.
Uniforms and Attributes:
Clothing: They wear a shirt and trousers with a lurik pattern.
Hat: They wear a black hat called the Sigar Jangkang, which resembles a pair of wings on the left and right sides.
Flag (Klebet): Their banner is called Papasan, rectangular with a red background and a green circle in the center.
Musical Instruments (Accompaniment): During parades or traditional ceremonies such as Garebeg, they are accompanied by a special song (march) called Gendhing Slagundhi.

The Jagakarya Brigade ranks fourth in the Keraton (Palace) troop procession, after the Patangpuluh Brigade. Today, their primary function is to guard culture during traditional ceremonies.

T-shirt material: 24s Combed Cotton

================

Bregada Jogokaryo (atau sering ditulis Jagakarya) adalah salah satu dari 10 kesatuan prajurit inti di Keraton Yogyakarta. Pasukan ini secara historis memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan pemerintahan dan kedaulatan kerajaan.
Berikut adalah poin-poin singkat mengenai identitas dan ciri khas mereka:
Arti Nama: Nama “Jagakarya” berasal dari bahasa Sanskerta Jaga yang berarti “menjaga” dan bahasa Kawi Karya yang berarti “tugas” atau “pekerjaan”. Secara filosofis, mereka adalah prajurit yang bertugas memastikan seluruh pekerjaan atau urusan pemerintahan berjalan lancar dan aman.
Tugas Historis: Pada masa lalu, mereka bertugas menjaga keamanan dan jalannya pemerintahan di lingkungan kerajaan.
Seragam dan Atribut:
Pakaian: Mengenakan baju dan celana bermotif lurik.
Topi: Menggunakan topi bernama Sigar Jangkang berwarna hitam yang memiliki bentuk menyerupai sepasang sayap di sisi kiri dan kanan.
Bendera (Klebet): Panji mereka dinamakan Papasan, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar merah dan lingkaran hijau di tengahnya.
Alat Musik (Iringan): Saat melakukan kirab atau upacara adat seperti Garebeg, mereka diiringi oleh lagu (mars) khusus bernama Gendhing Slagundhi.
Bregada Jagakarya menempati urutan keempat dalam iring-iringan prajurit Keraton, setelah Bregada Patangpuluh. Saat ini, fungsi utama mereka adalah sebagai pengawal kebudayaan dalam upacara-upacara adat.
Bahan kaos: Katun Combed 24s

Customer Reviews

Rated 5 out of 5

“A review from a customer who benefited from your product. Reviews can be a highly effective way of establishing credibility and increasing your company's reputation.”

Rated 5 out of 5

“A review from a customer who benefited from your product. Reviews can be a highly effective way of establishing credibility and increasing your company's reputation.”

Login or register to get special price, promotion, free shipping and affiliate program